When Life Gives You Tangerines: Mengapa Drama Ini Wajib Ditonton?
When Life Gives You Tangerines adalah Drakor yang saya nikmati setelah sekian lama tidak menonton Drakor. Sepertinya terakhir menamatkan Love Next Door saya belum menonton drakor lagi. Saya lebih memilih nonton film karena keterbatasan waktu. Menjadi ibu baru benar-benar membuat saya cukup kewalahan membagi waktu. Sayapun menyadari bahwa menonton series atau drakor memang membutuhkan komitmen dan pengorbanan waktu yang lebih besar daripada film.
Drama slice of life ini mendapat banyak pujian dari penonton sejak episode awalnya tayang. Sehingga saya cukup penasaran sebagus apa ceritanya. Apalagi sudah lama juga tidak menonton drama genre slice of life seperti ini.
Walaupun di awal-awal episodenya, drama ini justru kurang berkesan bagi saya. Mungkin karena alurnya maju mundur dan bukan tipe drama yang memikat penonton lewat penampilan aktornya.
When Life Gives You Tangerines fokus menceritakan kehidupan Oh Ae Sun. Perempuan yang hidup di Pulau Jeju pada era 1940-an. Mulai dari masa kecil, remaja, menikah, berkeluarga, punya anak sampai punya cucu dan suaminya meninggal.
Oh Ae Sun adalah anak yang cerdas di sekolah. Iya digambarkan sebagai perempuan visioner yang berani bercita-cita kala itu. Ibunya adalah seorang haenyeo.
Apa itu haenyeo?
Haenyeo (Korea: 해녀; secara harfiah: wanita laut ) adalah penyelam wanita di provinsi Jeju, Korea Selatan, yang mata pencahariannya terdiri dari memanen berbagai moluska, rumput laut, dan kehidupan laut lainnya dari laut.
Kehidupan Ae Sun yang menjadi sorotan drakor ini tidak lepas dari kehidupan ibunya sebagai haenyeo. Sebagian besar terpengaruh dari kehidupan ibunya yang sangat menderita karena harus berjuang mencari nafkah sementara suaminya tidak mencukupi kebutuhan keluarga.
Ibunya nggak pengen Oh Ae Sun kayak dirinya yang jadi haenyeo. Oh Ae Sun lantas berusaha keras mengubah hidupnya berjuang mencari pasangan di luar Jeju, tapi akhirnya gagal juga.
Tapi Ae Sun menikah dengan Yang Gwan Shik. Laki-laki yang menyukainya sejak remaja. Laki-laki yang canggung tapi selalu siap sedia membantu Ae Sun dan memberikan perhatian secara ugal-ugalan. Yang Gwan Shik adalah laki-laki yang paling tulus menyukai Ae Sun karena sejak awal sudah tahu kehidupan perempuan ini. Bahkan sudah tahu masalah keluarganya bahkan cita-cita terbesar Ae Sun~menjadi penyair atau gadis sastra.
Ae Sun dan Gwan Shik menikah di usia yang cukup muda. Gwan Shik mengubur mimpinya menjadi atlet karena menurutnya cinta pada Ae Sun lebih besar. Ae Sun yang semula bersikeras ingin kuliah dan jadi gadis sastra akhirnya terjebak dalam institusi pernikahan dan sejenak melupakan mimpinya.
Kehidupan pernikahan Ae Sun dan Gwan Shiklah yang menjadi bagian paling menarik dari drama ini. Ae Sun menjadi perempuan yang berani bersuara di keluarga mertuanya dan menentang budaya patriarki seperti larangan anak perempuan bermain sepeda. Bukti dialognya seperti ini.
"Pokoknya aku mau anak kita bisa main sepeda, tidak peduli nenek dan ibumu akan bilang apa. Aku mau anak kita melakukan semuanya tidak hanya melakukan pekerjaan dapur saja."
Yang Gwan Shik yang setuju dengan Ae Sun dinilai banyak netizen sebagai laki-laki progresif yang melampaui zaman. Era dimana budaya patriarki menancap kuat di dalam masyarakat, laki-lakilah yang paling diuntungkan. Sehingga ketika ada laki-laki yang mau mendukung kesetaraan seperti Yang Gwan Shik bisa dikatakan sebagai orang yang melampaui zaman.
"Dia datang untuk hidup bersamaku, bukan menjadi menantu ibu."-- Yang Gwan Shik
Alur drakor ini maju mundur. Kita disuguhkan berbagai era pada setiap episodenya. Beberapa orang menilai drakor ini bagus karena menggambarkan realitas kehidupan. Semuanya dikemas secara rapi dengan sudut pandang orang tua dan anak yang melintasi zaman.
Tidak heran jika banyak yang mengatakan drakor ini merupakan drakor terbaik karena didalamnya ada banyak isu yang dibahas. Tentang perjalanan Yang Geun Yeong menemukan cinta yang setara, tentang relasi pernikahan ditengah-tengah sulitnya ekonomi, tentang kehilangan, tentang pola asuh anak, tentang semangat meraih cita-cita meski usia tidak muda lagi.
Semua terkesan dekat dengan kehidupan penonton, makanya penonton juga merasa dilibatkan dalam drakor ini. Ada beberapa scene yang membuat saya berkesan dan merasa sedih. Pertama, saat orang tua kehilangan anak. Dalam drakor ini digambarkan betapa dalam duka itu, sampai mereka yang sama-sama kehilangan tidak sanggup untuk berduka bersama. Masing-masing berduka dengan pergulatan batinnya sendiri-sendiri.
Yang Eun Myeong sebagai anak kedua sekaligus anak tengah juga punya point of view sendiri. Hidupnya selalu dibayang-bayangi kehidupan sang kakak yang sangat dibanggakan oleh ayah dan ibunya. Ia melalui pergolakan batin yang tidak mudah. Ini bisa mewakili perasaan anak kedua yang hidupnya biasa-biasa saja. Sampai ketika mendapat masalah, dia merasa sangat bersalah dan ingin menjauh dari keluarga. Scene waktu jualan malam-malam di musim dingin terus ternyata ayah dan mertuanya membuat skenario untuk melapisi dagangan bikin saya ikutan nangis.
Selanjutnya, waktu Yang Geun Yeong melahirkan. Ini rasanya langsung teringat saat saya melahirkan secara normal kala itu. Kesulitan mengejan dan kehabisan tenaga. Begitu ayah dan ibunya datang langsung memberi perhatian penuh padanya. Sungguh adegan yang sangat hangat dan haru.
"Yang paling menakutkan dari melahirkan, adalah apa yang terjadi setelahnya. Yang paling menakutkan dari menjadi ibu adalah, aku menyakitinya karena tidak tahu caranya menjadi ibu"
Ah intinya Drakor When Life Gives You Tangerines ini wajib kamu tonton. Karena di dalamnya banyak sekali pelajaran hidup yang berharga. Tentang hidup yang ternyata nggak selalu manis terus. Ketika hidup terasa asam bagaimana kita menikmatinya. Bagaimana kita tidak menyerah setiap masalah yang datang selalu lebih besar dari yang sebelumnya. Bagaimana kejujuran dan ketulusan selalu berbuah manis untuk kehidupan.
Judul : When Life Gives You Tangerines
Pemain : IU, Park Bo Gum, Kim Seon Ho, Park Hae Joon, Moon So Ri, dkk
Rating IMDB : 9,4/10
Jaringan : Netflix
Genre : Drama, Roman, Slice of Life
Pereview : Ririn Erviana
0 Response to "When Life Gives You Tangerines: Mengapa Drama Ini Wajib Ditonton?"
Post a Comment